Palu – Gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo (M) 6,7 mengguncang wilayah Palu, Sulawesi Tengah, pada Selasa (16/6). Guncangan kuat dirasakan di Kota Palu dan sejumlah daerah sekitarnya, memicu kepanikan warga yang berhamburan keluar rumah, perkantoran, dan bangunan lainnya untuk menyelamatkan diri.
Berdasarkan informasi resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 10.27 WIB atau 11.27 WITA. Episentrum berada di darat, sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu, tepatnya pada koordinat 1,04 Lintang Selatan dan 120,23 Bujur Timur, dengan kedalaman 10 kilometer.
BMKG menyatakan bahwa hasil analisis dan pemodelan menunjukkan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Meski demikian, masyarakat diminta tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan.
Guncangan gempa dirasakan cukup kuat di sejumlah wilayah di Sulawesi Tengah. Warga dilaporkan segera meninggalkan rumah, sekolah, perkantoran, hingga pusat perbelanjaan sebagai langkah antisipasi demi keselamatan.
BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Masyarakat diharapkan hanya mengakses informasi resmi melalui kanal komunikasi BMKG serta menghindari bangunan yang mengalami kerusakan hingga dinyatakan aman oleh petugas berwenang.
Sementara itu, laporan awal menyebutkan adanya sejumlah bangunan yang mengalami kerusakan akibat guncangan gempa. Hingga berita ini diturunkan, pemerintah daerah bersama instansi terkait masih melakukan pendataan untuk memastikan tingkat kerusakan, serta mengidentifikasi kemungkinan adanya korban maupun dampak lainnya.
Pemerintah daerah bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), BMKG, dan instansi terkait terus memantau perkembangan situasi pascagempa. Masyarakat diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, mengikuti arahan petugas, serta segera melaporkan apabila menemukan kondisi darurat di lingkungan masing-masing.












