Jadi Dosen Tamu di Pusdiklat Bala Keselamatan Jakarta, Mardiman Sane Bahas Tantangan Pelayanan di Era Digital

Jakarta – Dr. Mardiman Sane, SH., MH., mendapat kesempatan menjadi pembicara sekaligus dosen tamu di Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Gereja Bala Keselamatan (Salvation Army) Jakarta.

Dalam kegiatan tersebut, Dr. Mardiman Sane membawakan materi tentang Theologia Kontemporer, dengan fokus pembahasan mengenai peluang dan tantangan pelayanan gereja di tengah perkembangan teknologi digital.

Perkuliahan ini diikuti sekitar 80 orang calon opsir atau pendeta Bala Keselamatan yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia.

Dalam pemaparannya, Mardiman Sane mengajak para kadet untuk memahami bahwa perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam kehidupan masyarakat, termasuk dalam pola komunikasi, interaksi sosial, serta pelaksanaan pelayanan keagamaan.

Menurutnya, era digital menghadirkan peluang yang luas bagi gereja untuk menjangkau lebih banyak orang melalui berbagai platform teknologi. Namun, di sisi lain, perkembangan tersebut juga menghadirkan tantangan yang membutuhkan kesiapan, kebijaksanaan, serta pemahaman teologis yang kuat.

Mardiman menyampaikan bahwa kemajuan teknologi seharusnya tidak dipandang sebagai ancaman bagi pelayanan gereja, melainkan sebagai sarana yang dapat dimanfaatkan untuk memperluas jangkauan pelayanan tanpa meninggalkan nilai-nilai iman dan prinsip-prinsip teologis.

Ia juga menekankan pentingnya mempersiapkan calon-calon pemimpin gereja agar mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, memiliki literasi digital, serta tetap menjaga integritas dan spiritualitas dalam menjalankan panggilan pelayanan.

“Para calon opsir harus mampu membaca perkembangan zaman. Teknologi digital memberikan peluang besar untuk menyampaikan pesan-pesan Injil dan menjangkau masyarakat lebih luas. Namun, teknologi hanyalah alat. Esensi pelayanan tetap terletak pada kasih, integritas, keteladanan, dan komitmen terhadap panggilan Tuhan,” ungkapnya.

Kehadiran Dr. Mardiman Sane, SH., MH sebagai dosen tamu di Pusdiklat Bala Keselamatan Jakarta diharapkan dapat memperkaya wawasan teologis para calon opsir. Khususnya, dalam mempersiapkan diri menghadapi dinamika pelayanan gereja di tengah transformasi digital.

Melalui pembelajaran Theologia Kontemporer ini, para calon opsir dan pendeta diharapkan tidak hanya memiliki pemahaman teologi yang kuat, tetapi juga mampu menghadirkan pelayanan yang relevan, kontekstual, dan menjawab kebutuhan masyarakat di era teknologi digital. (Redaksi)