Palu – PT PLN (Persero) bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus mendorong pemerataan akses listrik di Sulawesi Tengah (Sulteng), terutama bagi masyarakat di wilayah pedesaan dan daerah yang belum sepenuhnya terjangkau jaringan kelistrikan.
Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk memperluas akses energi sekaligus meningkatkan kualitas dan keandalan pelayanan listrik bagi masyarakat di berbagai wilayah Sulteng.
Perluasan jaringan kelistrikan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi geografis, kebutuhan masyarakat, serta karakteristik wilayah yang masih memiliki keterbatasan akses energi. Desa-desa yang berada jauh dari pusat perkotaan menjadi salah satu perhatian dalam upaya pemerataan tersebut.
Ketersediaan listrik dinilai memiliki peran penting dalam menunjang berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga kegiatan ekonomi dan pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Dengan akses listrik yang semakin merata, masyarakat di wilayah pedesaan diharapkan dapat meningkatkan produktivitas serta memanfaatkan teknologi untuk mendukung aktivitas sehari-hari dan mengembangkan potensi ekonomi di daerah masing-masing.
PLN juga terus mengembangkan infrastruktur kelistrikan melalui pembangunan dan perluasan jaringan, sekaligus meningkatkan keandalan sistem untuk mengantisipasi pertumbuhan kebutuhan listrik masyarakat.
Di sisi lain, Kementerian ESDM mendorong agar penyediaan listrik tidak hanya berorientasi pada peningkatan jumlah pelanggan, tetapi juga memastikan masyarakat di wilayah terpencil dan sulit dijangkau memperoleh akses energi yang layak dan berkelanjutan.
Pemerataan akses listrik di Sulteng diharapkan dapat mengurangi kesenjangan energi antara wilayah perkotaan dan pedesaan. Selain mendukung aktivitas masyarakat, ketersediaan listrik juga menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
Pemerintah bersama PLN terus melakukan pemetaan terhadap wilayah yang masih membutuhkan akses listrik. Langkah tersebut diperlukan agar pembangunan infrastruktur energi dapat dilakukan secara tepat sasaran dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Dengan semakin luasnya akses listrik, desa-desa di Sulawesi Tengah diharapkan memiliki peluang yang lebih besar untuk berkembang, khususnya dalam sektor pendidikan, ekonomi produktif, pelayanan publik, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. (Redaksi)











