Sigi – Aktivitas gempa susulan masih terus terjadi di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, pascagempa tektonik berkekuatan Magnitudo (M) 6,7 yang mengguncang wilayah tersebut pada Selasa (16/6). Hingga Jumat (19/6), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat ratusan gempa susulan masih terjadi akibat aktivitas Sesar Sausu.
Gempa-gempa susulan yang terjadi memiliki magnitudo bervariasi, mulai dari skala kecil hingga mencapai sekitar M4,7. Sejumlah guncangan masih dapat dirasakan warga di beberapa wilayah Kabupaten Sigi, Kota Palu, dan daerah sekitarnya, meski dengan intensitas yang semakin melemah.
BMKG menjelaskan bahwa gempa susulan merupakan bagian dari proses penyesuaian kerak bumi setelah terjadinya gempa utama. Masyarakat diminta tetap tenang, tidak mudah mempercayai informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, serta mengikuti perkembangan informasi resmi yang disampaikan BMKG dan pemerintah daerah.
Sementara itu, aparat pemerintah bersama BPBD, TNI, Polri, dan relawan masih melakukan pemantauan di sejumlah wilayah yang terdampak. Pemeriksaan terhadap kondisi bangunan, fasilitas umum, serta kebutuhan masyarakat terus dilakukan guna memastikan keselamatan warga.
Warga yang rumahnya mengalami kerusakan diimbau tidak terburu-buru memasuki bangunan sebelum dipastikan aman. BMKG juga mengingatkan masyarakat agar selalu waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan, meskipun kecenderungan kekuatan gempa terus menurun.
Pemerintah daerah memastikan penanganan pascagempa terus dilakukan, termasuk pendataan kerusakan, penyaluran bantuan kepada warga terdampak, serta penyediaan posko pelayanan darurat di sejumlah titik yang membutuhkan.
Sumber Foto : Human Initiative











