Palu, Sulawesi Tengah — Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Dr. Anwar Hafid, menegaskan kepada 22 perusahaan yang beroperasi di kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) bahwa aktivitas industri tidak cukup hanya berorientasi pada keuntungan semata, tetapi harus mencakup perlindungan lingkungan hidup dan pemberdayaan masyarakat sekitar.
Hal tersebut disampaikan Anwar Hafid saat menggelar pertemuan bersama pimpinan perusahaan di ruang rapat utama kantor pemerintah provinsi pada Kamis (22 Januari 2026). Dalam pertemuan itu, gubernur mengingatkan bahwa kehadiran industri besar harus memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah sekaligus tetap menghormati keseimbangan ekosistem dan hak-hak sosial masyarakat.
Menurut Anwar, komitmen tanggung jawab sosial dan lingkungan merupakan bagian integral dari keberlanjutan pembangunan daerah. Ia meminta perusahaan untuk memperkuat program-program yang berfokus pada pengelolaan limbah yang aman, perlindungan terhadap sumber daya alam, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal melalui kerja sama dengan pelaku usaha mikro dan kecil.
“Investasi adalah motor pertumbuhan ekonomi, tetapi tanggung jawab sosial dan pelestarian lingkungan harus menjadi kriteria utama dalam setiap aktivitas perusahaan,” ujar Gubernur Anwar Hafid dalam pertemuan tersebut.
Langkah ini dianggap penting seiring dengan perkembangan industri di Morowali yang menjadi salah satu pusat investasi besar di Sulawesi Tengah. Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mengawasi pelaksanaan peraturan lingkungan dan memastikan bahwa perusahaan berkontribusi dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar kawasan industri. Pikiran Rakyat





