Sigi – Pemerintah bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mulai membangun 50 unit hunian sementara (Huntara) bagi warga yang terdampak gempa bumi di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Pembangunan ditandai dengan peletakan batu pertama di Desa Kamarora, Kecamatan Nokilalaki, sebagai bagian dari upaya percepatan penanganan pascabencana.
Pembangunan 50 unit Huntara tersebut merupakan tahap awal penyediaan tempat tinggal sementara bagi masyarakat yang kehilangan rumah atau rumahnya mengalami kerusakan akibat gempa. Berdasarkan data sementara, penerima bantuan terdiri atas 21 kepala keluarga (KK) di Desa Kamarora A dan 29 kepala keluarga di Desa Kamarora B. Pemerintah memastikan proses verifikasi dan validasi data penerima masih terus dilakukan agar penyaluran bantuan tepat sasaran.
Wakil Gubernur Sulawesi Tengah mengatakan pembangunan Huntara menjadi bentuk komitmen pemerintah dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak bencana. Ia mengapresiasi langkah cepat BNPB yang memulai pembangunan hanya beberapa hari setelah gempa terjadi, sehingga para korban dapat segera memperoleh tempat tinggal yang layak selama proses pemulihan berlangsung.
“Pembangunan Huntara ini diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang masih mengungsi, sekaligus mempercepat proses pemulihan pascabencana,” ujarnya.
Selain membangun Huntara, pemerintah bersama BNPB, TNI, Polri, BPBD, serta pemerintah daerah terus mengintensifkan berbagai upaya penanganan darurat. Langkah tersebut meliputi perbaikan infrastruktur yang rusak, pemasangan bronjong di sejumlah titik rawan, pemulihan jaringan air bersih, serta penyediaan kebutuhan dasar bagi warga terdampak.
Berdasarkan data Satuan Tugas (Satgas) Tanggap Darurat, ribuan rumah mengalami kerusakan akibat gempa yang mengguncang Kabupaten Sigi. Pemerintah memastikan pembangunan Huntara akan dilakukan secara bertahap sesuai hasil pendataan di lapangan dan kebutuhan masyarakat, hingga seluruh warga yang kehilangan tempat tinggal memperoleh hunian sementara yang layak, aman, dan nyaman.
Pemerintah juga mengajak seluruh pihak untuk terus bersinergi dalam mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah terdampak, sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali pulih secara bertahap. (Redaksi)






