PALU – Wakil Ketua II DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, H. Syarifudin Hafid, SH., MM, menerima aspirasi dari Aliansi Masyarakat Lolioge Kabupaten Donggala dan Aliansi Masyarakat Torete Kabupaten Morowali usai pelaksanaan rapat paripurna di Ruang Sidang Utama DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Jumat (23/01/2026).
Dalam pertemuan tersebut, perwakilan masyarakat menyampaikan sejumlah persoalan yang terjadi di wilayah masing-masing. Salah satu aspirasi yang mendapat perhatian serius adalah keluhan masyarakat Torete, Kabupaten Morowali, terkait penangkapan sejumlah aktivis yang dinilai menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Menanggapi hal itu, Syarifudin Hafid menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai langkah dan upaya melalui koordinasi lintas instansi, termasuk dengan aparat penegak hukum dan Pemerintah Daerah Kabupaten Morowali.
“Kami sudah melakukan berbagai cara, mulai dari berkoordinasi lintas instansi hingga berkomunikasi langsung dengan Pemerintah Daerah Morowali. Aspirasi masyarakat Torete ini menjadi perhatian serius DPRD Provinsi,” ujar Syarifudin Hafid.
Ia menuturkan, persoalan tersebut sejatinya dapat diselesaikan di tingkat kebupaten saja melalui pendekatan koordinatif dan dialogis, tanpa harus menimbulkan gejolak di masyarakat.
“Persoalan ini seharusnya bisa diselesaikan di tingkat desa, kecamatan, hingga kabupaten. Prinsipnya, DPRD hadir sebagai jembatan antara masyarakat dan pemerintah, sehingga setiap persoalan dapat dicari jalan keluarnya secara adil dan bermartabat.” tegasnya.
Syarifudin Hafid juga menegaskan komitmen DPRD Provinsi Sulawesi Tengah untuk terus mengawal aspirasi masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan perlindungan hak-hak warga dan kebebasan menyampaikan pendapat sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Pertemuan tersebut ditutup dengan komitmen DPRD Provinsi Sulawesi Tengah untuk menindaklanjuti aspirasi yang disampaikan serta mendorong penyelesaian persoalan melalui mekanisme kelembagaan yang tepat. (Redaksi)










