Palu, 18 Januari 2026 — Dr. Anwar Hafid, Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), resmi dilantik sebagai Ketua Umum Masyarakat Ilmu Pemerintahan Indonesia (MIPI) 2026 dalam sebuah acara yang digelar di Jakarta, Sabtu (17/01/2026). Pelantikan ini menandai langkah strategis organisasi untuk menguatkan peran ilmu pemerintahan di tingkat nasional dan daerah. Pikiran rakyat
Sebagai tokoh yang memiliki pengalaman birokrasi dan politik yang luas, Anwar Hafid menegaskan komitmennya untuk menghubungkan teori pemerintahan dengan praktik nyata di lapangan, terutama dalam konteks pemerintahan lokal di seluruh Indonesia. Ia menyatakan bahwa peran MIPI yang diperluas sampai ke tingkat desa akan menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan di Indonesia.
Dalam sambutannya, Anwar Hafid menyampaikan:
“Fokus utama saya adalah melebarkan sayap organisasi MIPI ini di berbagai daerah, agar ilmu pemerintahan bukan hanya berhenti di wacana, tetapi memberi dampak nyata bagi tata kelola pemerintahan yang lebih baik.”
Fokus Utama Kepemimpinan Anwar Hafid di MIPI
Beberapa poin fokus utama kepemimpinan Anwar Hafid dalam organisasi MIPI antara lain:
-
Penguatan peran pemerintahan daerah melalui transfer praktik terbaik tata kelola pemerintahan.
-
Perluasan jejaring organisasi sampai ke tingkat lokal, membuka ruang kolaborasi antara akademisi, birokrat, dan pelaku pemerintahan.
-
Penerapan model pemerintahan yang adaptif dan efektif, khususnya di daerah dengan tantangan administratif dan pelayanan publik.
Implikasi dan Relevansi Bagi Pemerintahan Daerah
Pelantikan Anwar Hafid menjadi Ketua Umum MIPI memberikan sinyal kuat bahwa pengembangan ilmu pemerintahan tidak lagi eksklusif pada lingkup akademik. Upaya sinergis antara lembaga MIPI dengan pemerintah daerah diharapkan menghasilkan solusi yang lebih konkret dalam penyusunan kebijakan, pengelolaan sumber daya manusia, serta penguatan institusi pemerintahan di Indonesia.
Source : Pikiran rakyat











