SIGI – Upaya meningkatkan kesadaran dan pemahaman perempuan terhadap pentingnya kesehatan reproduksi serta kesejahteraan psikologis pada masa menopause terus didorong melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Skema Diseminasi Hasil Penelitian bertajuk “Empower Her Sigi: Program Penguatan Kesehatan Reproduksi dan Psikologis Wanita Usia Menopause di Kabupaten Sigi.”
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada 27 Agustus 2026, bertempat di Aula Desa Binangga, Kabupaten Sigi. Program ini menjadi salah satu bentuk kontribusi akademisi dan tenaga profesional dalam memberikan edukasi serta pendampingan kepada perempuan, khususnya mereka yang memasuki fase menopause.
Tim pengabdi terdiri dari dr. I Putu Fery Immanuel White, Sp.OG, selaku ketua tim, bersama Jane Mariem Monepa, M.Psi., Psikolog; Dr. Muthia Aryuni, M.Psi., Psikolog; serta dr. Junjun Fitriani P., M.Biomed.
Melalui program Empower Her Sigi, tim pengabdi berupaya memperkuat pemahaman perempuan bahwa menopause merupakan fase alami dalam kehidupan yang membutuhkan perhatian terhadap kesehatan fisik, reproduksi, dan psikologis.
Menopause dapat disertai berbagai perubahan, baik secara fisik maupun emosional. Perubahan tersebut dapat memengaruhi kenyamanan, kualitas hidup, hubungan sosial, hingga kesejahteraan mental perempuan. Karena itu, pengetahuan yang memadai dan dukungan lingkungan menjadi bagian penting dalam membantu perempuan menjalani fase tersebut dengan lebih sehat dan percaya diri.
Menurut Jane, menopause merupakan fase alami dalam kehidupan perempuan yang dapat membawa berbagai perubahan, baik secara fisik, emosional, maupun psikologis. Oleh karena itu, perempuan perlu mendapatkan informasi yang tepat, dukungan emosional, serta lingkungan yang mampu memahami kondisi mereka.
“Perempuan yang memasuki masa menopause perlu memahami bahwa perubahan yang mereka alami merupakan bagian dari proses alami kehidupan. Namun, mereka juga perlu mendapatkan dukungan yang memadai agar mampu menghadapi perubahan tersebut dengan lebih tenang, percaya diri, dan tetap memiliki kualitas hidup yang baik,” ujar Jane.
Kegiatan ini juga menempatkan edukasi kesehatan sebagai salah satu langkah untuk mengurangi stigma dan kesalahpahaman mengenai menopause. Dengan memperoleh informasi yang tepat, perempuan diharapkan dapat lebih memahami perubahan yang dialami tubuhnya, mengenali keluhan yang membutuhkan perhatian tenaga kesehatan, serta mengambil langkah yang sesuai untuk menjaga kesehatannya.
Keterlibatan tenaga profesional dari bidang obstetri dan ginekologi, psikologi, serta ilmu biomedis menjadi kekuatan tersendiri dalam pelaksanaan program ini. Pendekatan lintas disiplin memungkinkan persoalan kesehatan perempuan pada masa menopause dipahami secara lebih menyeluruh, tidak hanya dari aspek biologis, tetapi juga dari sisi emosional dan psikologis.
Selain memberikan pemahaman mengenai kesehatan reproduksi, penguatan aspek psikologis juga menjadi perhatian penting. Perempuan perlu mendapatkan ruang untuk memahami perubahan yang dialami, menyampaikan kekhawatiran, serta memperoleh dukungan yang tepat agar tetap memiliki kualitas hidup yang baik selama masa transisi tersebut.
Program ini diharapkan dapat mendorong perempuan di Kabupaten Sigi untuk lebih terbuka dalam membicarakan kesehatan reproduksi dan psikologis, sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya pemeriksaan kesehatan serta konsultasi dengan tenaga profesional apabila mengalami keluhan.
Pelaksanaan kegiatan di Aula Desa Binangga juga menjadi bagian dari upaya mendekatkan edukasi kesehatan kepada masyarakat. Melalui pendekatan berbasis komunitas, informasi kesehatan diharapkan dapat lebih mudah dijangkau dan dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.
Pada akhirnya, Empower Her Sigi diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan edukasi, tetapi juga mendorong terbentuknya lingkungan yang lebih peduli terhadap kesehatan perempuan. Dukungan keluarga, masyarakat, dan tenaga kesehatan diperlukan agar perempuan yang memasuki masa menopause tetap merasa dihargai, didukung, dan mampu menjalani kehidupannya secara sehat serta produktif.
Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Skema Diseminasi Hasil Penelitian ini, tim pengabdi menunjukkan pentingnya penerapan pengetahuan dan hasil penelitian untuk menjawab kebutuhan nyata masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kualitas kesehatan reproduksi dan kesejahteraan psikologis perempuan di Kabupaten Sigi. (Redaksi)










