Gubernur Sulawesi Tengah Buka Pelatihan Bahasa Mandarin untuk Siapkan Penerjemah Lokal

Palu — Gubernur Anwar Hafid resmi membuka program pelatihan Bahasa Mandarin yang ditujukan bagi generasi muda di Sulawesi Tengah. Program ini bertujuan menyiapkan tenaga penerjemah lokal yang kompeten untuk mendukung kebutuhan industri di kawasan pertambangan dan pengolahan nikel.

Dalam sambutannya, Anwar Hafid menyampaikan bahwa kebutuhan tenaga penerjemah Bahasa Mandarin di Sulawesi Tengah terus meningkat, terutama di wilayah industri yang banyak bekerja sama dengan investor asing. Ia menegaskan bahwa peluang ini harus dimanfaatkan oleh putra-putri daerah agar tidak hanya menjadi penonton di tanah sendiri.

“Anak-anak daerah harus siap bersaing. Kalau industrinya ada di sini, maka tenaga kerjanya juga harus dari sini,” tegasnya.

Program pelatihan ini mencakup pembelajaran bahasa dasar hingga percakapan teknis yang dibutuhkan di lingkungan kerja industri. Peserta juga akan mendapatkan pembekalan etika profesional dan pemahaman budaya kerja internasional.

Menurut pemerintah provinsi, langkah ini merupakan bagian dari strategi peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Ibarat menyiapkan jembatan, kemampuan bahasa menjadi penghubung antara tenaga kerja lokal dan perusahaan asing, sehingga komunikasi berjalan lancar dan peluang kerja semakin terbuka lebar.

Pemerintah berharap melalui program ini, semakin banyak generasi muda Sulawesi Tengah yang mampu bekerja sebagai penerjemah profesional, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat daerah.